Sosialisasi PSB dan Microbacteria Oleh Mahasiswa KKN Universitas Andalas Kepada Kelompok Petani di Nagari Kampung Pinang
Penulis: Mahasiswa KKN Universitas Andalas

Pertanian merupakan tulang punggung perekonomian di Nagari Kampung Pinang. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya dari hasil bercocok tanam, baik padi, sayur, maupun tanaman palawija lainnya. Namun, tantangan yang dihadapi para petani tidaklah sedikit. Mulai dari tingginya harga pupuk, menurunnya kesuburan tanah, hingga kualitas hasil panen yang belum maksimal.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas yang sedang bertugas di Nagari Kampung Pinang menghadirkan sebuah program inovatif yang diharapkan mampu memberikan solusi nyata. Program tersebut adalah Sosialisasi Photosynthesis Bacteria (PSB) dan Microbacteria kepada kelompok tani setempat.
Photosynthesis Bacteria (PSB) adalah pupuk organik cair yang dihasilkan dari pembiakan bakteri fotosintesis dengan menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di dapur, seperti air cucian beras, gula merah, atau sayuran sisa. Pupuk ini sangat ramah lingkungan dan memiliki manfaat besar bagi tanaman.
PSB bekerja dengan cara memanfaatkan kemampuan bakteri fotosintesis untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Hasilnya, tanaman menjadi lebih sehat, tahan terhadap penyakit, serta memiliki kualitas dan kuantitas panen yang lebih baik.
Sementara itu, mikrobakteria adalah kelompok bakteri baik yang berperan penting dalam memperbaiki struktur tanah dan membantu proses penyerapan nutrisi oleh tanaman. Kehadiran mikrobakteria dalam tanah membuat ekosistem tanah menjadi lebih seimbang, sehingga tanaman dapat tumbuh optimal tanpa ketergantungan berlebihan pada pupuk kimia.
Program sosialisasi ini berangkat dari keprihatinan mahasiswa KKN Universitas Andalas melihat tingginya pengeluaran petani untuk pembelian pupuk kimia setiap musim tanam. Selain membebani biaya produksi, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus juga berpotensi menurunkan kualitas tanah dalam jangka panjang.
Dengan memperkenalkan PSB dan mikrobakteria, mahasiswa berharap petani dapat memproduksi pupuk sendiri dengan biaya murah, bahkan nyaris tanpa biaya. Hanya dengan memanfaatkan bahan-bahan sisa yang ada di rumah, petani sudah bisa menghasilkan pupuk berkualitas tinggi.

Sosialisasi ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2025 Aula Kantor Wali Nagari Kampung Pinang. Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar PSB dan mikrobakteria. Mahasiswa menjelaskan secara rinci manfaat, cara kerja, dan perbedaan keduanya dengan pupuk kimia yang selama ini digunakan petani.
Para peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan tersebut. Mereka tidak hanya diberikan teori, tetapi juga ditunjukkan contoh nyata pupuk PSB yang telah dibuat sebelumnya. Melalui demonstrasi langsung, mahasiswa mempraktikkan cara pembuatan PSB mulai dari tahap persiapan bahan, proses fermentasi, hingga cara pengaplikasiannya pada tanaman.
Bahan-bahan yang digunakan pun sangat sederhana, seperti air cucian beras, gula merah, dan botol plastik bekas. Hal ini membuktikan bahwa membuat pupuk berkualitas tidak selalu memerlukan peralatan mahal atau bahan kimia berbahaya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN menekankan bahwa penggunaan PSB dan mikrobakteria tidak hanya bermanfaat bagi kesuburan tanah dan kesehatan tanaman, tetapi juga berdampak langsung pada penghematan biaya produksi.
Dengan memproduksi pupuk sendiri, petani dapat mengurangi pembelian pupuk kimia secara signifikan. Artinya, modal yang biasanya dihabiskan untuk membeli pupuk dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain, atau menjadi tambahan keuntungan saat panen tiba.
Dari sisi lingkungan, penggunaan PSB membantu mengurangi pencemaran tanah dan air akibat residu pupuk kimia. Tanah yang sehat akan mendukung keberlanjutan pertanian dalam jangka panjang, sehingga generasi berikutnya pun masih bisa mengandalkan lahan yang subur untuk bercocok tanam.
Para anggota kelompok tani mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat. Sebagian besar dari mereka merasa termotivasi untuk mencoba memproduksi PSB di rumah masing-masing. Bahkan, beberapa petani sudah memiliki rencana untuk membuat PSB secara berkelompok, sehingga bisa saling membantu dan mengawasi kualitas pupuk yang dihasilkan.
Mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi saja. Mereka ingin agar para petani benar-benar mengadopsi penggunaan PSB dan mikrobakteria dalam praktik bertani sehari-hari.
Ke depannya, diharapkan kelompok tani di Nagari Kampung Pinang bisa menjadi contoh bagi nagari lain dalam menerapkan pertanian ramah lingkungan yang efisien dan berbiaya rendah.
Selain itu, keberhasilan program ini dapat membuka peluang terbentuknya unit usaha kecil yang memproduksi PSB secara massal, tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga untuk dipasarkan ke daerah lain. Hal ini tentu akan menambah nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sosialisasi PSB dan mikrobakteria yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Andalas merupakan langkah nyata untuk membantu petani di Nagari Kampung Pinang menghadapi tantangan pertanian modern. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana berbasis bakteri fotosintesis dan mikroba baik, petani dapat meningkatkan hasil panen, memperbaiki kesuburan tanah, sekaligus menghemat biaya produksi.
Program ini menjadi bukti bahwa inovasi di bidang pertanian tidak selalu harus mahal atau rumit. Dengan pengetahuan yang tepat dan kemauan untuk mencoba, masyarakat desa pun bisa mengembangkan pertanian yang lebih berkelanjutan, ramah lingkungan, dan menguntungkan secara ekonomi.
Mahasiswa KKN berharap semangat ini terus berlanjut, sehingga Nagari Kampung Pinang dapat menjadi pionir pertanian organik berbasis teknologi mikroba di wilayah Kabupaten Agam. Dengan begitu, kesejahteraan petani meningkat, lingkungan terjaga, dan masa depan pertanian nagari tetap cerah.
