Logo Nagari

Nagari Kampung Pinang

Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat

Login Pengguna Login Admin

Profil UMKM Nagari Kampung Pinang: Pembuatan Batu Bata dan Kerupuk Ubi

Penulis: Mahasiswa KKN Universitas Andalas


Nagari Kampung Pinang, Kabupaten Agam, tidak hanya dikenal sebagai daerah agraris dengan komoditas padi sebagai hasil utama, tetapi juga memiliki potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi penopang perekonomian masyarakat. Dua jenis UMKM yang cukup menonjol dan berkontribusi besar terhadap pendapatan warga adalah usaha pembuatan batu bata dan produksi kerupuk ubi.

 

  1. Usaha Pembuatan Batu Bata

Pembuatan batu bata di Nagari Kampung Pinang merupakan usaha yang sudah ada sejak lama di nagari kampung pinang. Kegiatan ini memanfaatkan sumber daya local yang ada, terutama tanah liat berkualitas yang mana para pemilik usaha membeli tanah pada agen tanah yang sudah menjadi langganan mereka selama ini. Proses produksi dimulai dari pembelian tanah pada agen, lalu  pencampuran dengan air hingga membentuk adonan yang kalis, pencetakan menggunakan cetakan kayu, pengeringan di bawah sinar matahari, hingga pembakaran di tungku tradisional.

 

Sebagian besar pengrajin batu bata masih menggunakan metode tradisional yang meskipun membutuhkan waktu lebih lama, namun menghasilkan batu bata yang kuat dan tahan lama. Usaha ini tidak hanya menjadi mata pencaharian utama bagi sejumlah keluarga, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, terutama pada tahap penggalian dan pengangkutan bahan baku. Permintaan batu bata di Kampung Pinang dan daerah sekitarnya relatif stabil, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangunan rumah dan fasilitas umum.


 

  1. Produksi Kerupuk Ubi

 

Kerupuk ubi menjadi salah satu produk olahan pangan khas Nagari Kampung Pinang. Usaha ini memanfaatkan ubi kayu lokal yang mudah didapatkan dari hasil kebun masyarakat. Proses pembuatan dimulai dengan pengupasan ubi, pencucian, penggilingan menjadi adonan halus, pencampuran bumbu, pencetakan tipis, pengukusan, penjemuran, hingga penggorengan.

 

Keunikan kerupuk ubi dari Kampung Pinang terletak pada cita rasanya yang gurih alami tanpa bahan pengawet, serta teksturnya yang renyah dan juga Menggunakan bahan alami seperti garam dan daun bawang. Produk ini tidak hanya dipasarkan di sekitar nagari, tetapi juga mulai dijual ke pasar-pasar di kecamatan lain, bahkan ada yang dikirimkan ke luar kabupaten.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Kedua jenis UMKM ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal. Usaha pembuatan batu bata menyerap tenaga kerja fisik, sedangkan produksi kerupuk ubi banyak memberdayakan ibu rumah tangga, sehingga keduanya berkontribusi terhadap pengurangan angka pengangguran di nagari. Selain itu, keberadaan UMKM ini memperkuat identitas Kampung Pinang sebagai daerah yang produktif tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga di sektor industri rumah tangga dan olahan pangan.

Latar Belakang Program Kerja

Keberadaan kedua UMKM ini secara signifikan merepresentasikan kekayaan sumber daya alam dan keterampilan masyarakat Nagari Kampung Pinang, khususnya di Jorong Balai Selasa dan Batang Piarau. Potensi kedua UMKM tersebut belum sepenuhnya terekspos ke khalayak umum, terutama di wilayah Kabupaten Agam. Dalam konteks ini, publikasi melalui media digital seperti sosial media dan website memiliki peranan krusial dalam meningkatkan citra Nagari Kampung Pinang, sekaligus berpotensi menarik minat wisatawan. Oleh karena itu, inisiatif pembuatan video profil yang secara khusus menyoroti keunikan UMKM ini menjadi krusial dalam upaya memperkenalkan dan membangun citra nagari kampung pinang ke khalayak yang lebih luas.

 

Tujuan dan Manfaat Program Kerja

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membuat video profil umkm Nagari Kampung Pinang yang menyoroti keunikan UMKM unggulan, yaitu kerupuk ubi dan batu bata tradisional. Manfaat yang diharapkan dari pembuatan video profil ini adalah membantu membangun citra dan identitas Nagari Kampung Pinang sebagai daerah yang mempunyai potensi UMKM.

 

 

 


Kembali
Peta Desa
Struktur Organisasi
Artikel Terkini